Mengenal Transmisi Non Constantmesh dan Fungsi Pentingnya!

 

Transmisi adalah suatu sistem yang berperan penting dalam laju dan kinerja mesin di kendaraan. Biasanya ada dua jenis transmisi yang diberlakukan, yakni manual dan otomatis. 

 

Salah satu jenis transmisi yakni Transmisi Non Constant Mesh. Berikut penjelasan terkait transmisi mekanis ini. 

 

 

Pengertian Transmisi Non Constantmesh

 

Transmisi Non Constantmesh

 

Transmisi Non Constant Mesh disebut juga sliding mesh adalah jenis transmisi dengan prinsip kerja yang sederhana, di mana roda gigi dipindahkan untuk mengatur percepatan output.

 

 

Baca Juga: Torque Converter, Komponen dalam Sistem Transmisi Alat Berat

 

 

Pada transmisi ini, roda gigi ( gear ) tidak berhubungan pada saat netral. Transmisi ini butuh sinkronisasi manual oleh pengemudi dan perlu menggunakan kopling dua kali untuk memudahkan perpindahan gigi.

 

 

Cara Kerja Non Constant Mesh

 

Transmisi Non Constantmesh

 

Dalam jenis transmisi ini terdapat beberapa komponen, salah satunya adalah input gear yang digunakan untuk memutar counter gear secara tetap. Terdapat juga lengan pemindah gigi yang digunakan untuk menggerakkan roda gigi ke dalam dan keluar dari meshing.

 

Cara kerja pada pemindahan gigi dalam sistem transmisi ini dengan menggeser langsung roda gigi pada poros input dan poros outputnya. 

 

Pada saat pengemudi menggerakkan tuas transmisi, lengan pemindah gigi akan menggerakkan roda gigi pada posisi tertentu dan berkaitan dengan pada poros output. 

 

Perpindahan ini secara fisik memindahkan roda gigi ke posisi yang sesuai, dan saat kedua roda gigi ini terhubung, rasio gigi berubah.

 

Akan tetapi perlu diperhatikan jika perpindahan gigi pada transmisi ini perlu keterampilan khusus, karena tidak ada mekanisme sinkronisasi otomatis, jadi perpindahan gigi bisa tidak halus dan bisa lebih kasar. 

 

 

Perbedaan Transmisi Sliding Mesh dan Constantmesh

 

Transmisi Non Constantmesh

 

Sliding Mesh memiliki sistem kerja yang lebih mudah daripada Constant Mesh. Transmisi ini menerapkan pergerakan roda gigi mengatur sistem kecepatan pada output. 

 

Sementara cara kerja Constant Mesh menggunakan roda gigi tetap yang menjadikan output gear hanya akan terhubung pada poros output dengan bantuan kopling. Cara kerja yang terbilang rumit, karena saat mesin masih hidup, poros input akan memutar counter gear dan harus terhubung pada output gear. 

 

 

 

 

Kesimpulan

 

Jenis transmisi sliding mesh atau non constant mesh menjadi jenis transmisi yang mungkin sudah dianggap kurang efektif untuk kendaraan modern saat ini. Walau begitu, masih bisa dibandingkan dengan transmisi constant mesh yang kini banyak diadopsi untuk mesin kendaraan modern. 

 

Perkembangan teknologi untuk kendaraan listrik dan alat berat tentu akan selalu berkembang dan peran transmisi tetap akan selalu dibutuhkan demi perpindahan daya yang efisien dan mulus dari mesin ke roda tetap.

 

***

 

Butuh alat berat dengan suku cadang berkualitas? Di BCTN semua ada. Kami merupakan distributor resmi alat berat LiuGong Indonesia, yang menyediakan berbagai produk alat berat, mulai dari perawatan, suku cadang, hingga inspeksi mesin lengkap. 

 

Butuh saran? Hubungi kami.

 

Facebook Twitter
<< Kembali Ke Halaman Sebelumnya
Your Message Has Been Sent..