Alat berat adalah mesin yang dirancang khusus untuk dapat dioperasikan sesuai kebutuhan, seperti pekerjaan konstruksi, pertambangan dan industri lainnya.
Tentunya sebelum membuat alat berat sesuai spesifikasi, butuh pembuatan sketsa alat berat sebagai langkah awal dalam perancangan dan pengembangan alat berat. Sketsa tersebut nantinya menjadi visualisasi awal dan acuan untuk desain detail selanjutnya.
Apa persiapan dan jenis-jenisnya? Yuk kita bahas aspek penting dalam perencanaan dan pembuatan sketsa alat berat.
Jenis-Jenis Alat Berat
Excavator
Excavator jadi salah satu alat berat yang populer dan sering digunakan untuk berbagai kegiatan industri. Alat berat ini difungsikan untuk penggalian, pemindahan berbagai jenis material, hingga memadatkan tanah. Terdiri dari beberapa komponen pendukung, yakni bucket, boom serta crawler yang kuat.
Crane
Alat berat yang satu ini digunakan untuk memindahkan dan mengangkat material, untuk pembuatan jembatan, pergedungan dan lainnya. Uniknya, crane banyak ditemukan di berbagai lokasi pelabuhan dan pabrik.
Forklift
Ini bisa disebut sebagai alat berat multifungsi, karena bisa digunakan untuk memuat, mengangkat dan memindahkan berbagai jenis material dan palet di lokasi pengerjaan. Forklift identik dengan garfu atau fork yang dipasang dua buah di bagian depan, dan mudah digerakkan.
Bulldozer
Untuk persiapan lahan, bisa menggunakan bulldozer. Dilengkapi blade pada bagian depannya, alat berat ini digunakan untuk meratakan dan membentuk permukaan tanah sebelum dikerjakan. Blade atau pisau pada alat berat ini dapat diatur penggunaannya sesuai kebutuhan proyek dan mampu beroperasi di berbagai kondisi tanah.
Trencher
Trencher menjadi alat berat yang khusus digunakan untuk penggalian dan pembuatan saluran air, serta kabel listrik. Alat berat ini mempunyai pisau penggali yang bisa diatur sesuai kedalaman dan lebar pembuatan saluran dan parit.
Wheel Loader
Disebut juga front loader yang berfungsi untuk pemindahan material dalam kegiatan konstruksi. Wheel loader punya bucket yang bisa bergerak fleksibel untuk mengangkat dan memindahkan material.
Asphalt Paver
Untuk pelebaran jalan dan meratakan aspal, alat berat asphalt paver dapat digunakan. Penggunaan alat ini untuk memperhalus permukaan jalan hingga pengerjaan aspal sebagai lapisannya.
Baca Juga: Kenali Alat Berat Konstruksi Berdasarkan Jenis Pekerjaanya
Persiapan Pembuatan Sketsa Alat Berat
Penentuan Fungsi dan Tujuan
Langkah pertama dalam perencanaan sketsa sebuah alat berat adalah menentukan fungsi dan tujuan alat tersebut.
Apa saja pengerjaan yang akan dijalankan dengan alat berat tersebut, bagaimana dengan lingkungannya, hingga kapasitas dan ukuran hingga kapasitasnya.
Dengan tahu fungsi dan penggunaan alat berat ini, Anda lebih mudah merancang sketsa hingga proses produksinya.
Periksa Literatur dan Benchmarking
Dengan melakukan pengecekan literatur dan benchmarking pada alat berat yang sudah jadi sebelumnya dan menganalisanya dengan produk kompetitor.
Anda akan lebih paham desain alat berat yang akan dibuat. Tentunya pelajari dari sumber informasi yang jelas, seperti buku teknis, jurnal, dan lainnya. Selain itu, cara ini akan membantu Anda membandingkan keunggulan dan kelemahan produk dan desain.
Identifikasi pada Komponen
Perhatikan komponen pada alat berat yang akan diproduksi untuk menyesuaikan penggunaan dan fungsi alat berat. Meliputi mesin dan sistem pendukungnya, sasis, kabin dan bagiannya, bagian hidrolik dan komponen penggerak seperti blade, bucket dan lainnya.
Persiapan Desain Awal
Setelah penentuan fungsi, tujuan, dan komponen yang sudah diidentifikasi, selanjutnya adalah pembuatan konsep desain awal, berupa sketsa penggambaran dasar dari alat berat atau penampakan visual bentuk alat beratnya.
Penerapan Teknologi
Anda bisa mempermudah pembuatan sketsa lebih maksimal dengan teknologi. Anda bisa menggunakan software desain, misalnya AutoCAD, SolidWorks, dan lainnya. Pemakaian teknologi ini diharapkan untuk membantu Anda membuat sketsa lebih detail dan presisi, karena memungkinkan penampakan model 3D dari berbagai sudut, dan simulasi pergerakan serta penggunaanya.
Perhitungan Teknik
Pembuatan alat berat tentu memerlukan perhitungan teknikal agar dapat beroperasi dengan maksimal. Cek kapasitas angkat dan beban yang dapat diangkut, stabilitas alat berat, penggunaan bahan bakar, perhitungan tegangan dan pengecekan lainnya agar pemakaiannya aman dan nyaman.
Masukan dan Revisi
Jangan anti jika mendapat masukan feedback dan jika ada revisi perbaikan. Sketsa nanti akan diperiksa tim yang profesional dan memahami penggunaan alat berat agar alat berat diproduksi dengan tepat dan perbaikan nantinya bisa membantu meningkatkan alat berat.
Pembuatan Prototipe
Setelah itu, selanjutnya adalah pembuatan prototipe untuk menguji desain dan memastikan semua komponen dalam alat berat bekerja sesuai tujuan penggunaan. Jika berjalan dengan lancar, sketsa desain final sudah bisa digunakan.
Penutup
Pembuatan sketsa alat berat jadi tahapan penting sebelum dilakukan pengembangan dan produksi. Dengan tahapan yang terstruktur, desain alat berat yang fungsional dan aman dapat dihasilkan.
Semoga info dalam artikel ini dapat menambah pemahaman Anda untuk membuat dan menghasilkan alat berat yang efisiensi dan keselamatan kerja di lapangan.
***
Untuk kebutuhan alat berat dengan suku cadang berkualitas, BCTN jawabannya. Menjadi distributor resmi alat berat LiuGong Indonesia, ada berbagai produk alat berat, perawatan, suku cadang, hingga inspeksi mesin yang siap membantu Anda.
Untuk info lanjut, hubungi kami.